PERIH
Hari ini tepatnya 14
November, Hanya rasa Emosi yang menggorogoki hatiku, aku benci dia, aku juga
sangat jengkel dengannya dan bahkan rasanya saya ingin melemparnya. Tapi rasa
rinduku jauh lebih besar dibanding rasa marahku dengannya. Hati ini begitu
perih sangat-sangat perih.
Tapi….. mau tidak mau
saya harus menghilangkan rasa ini denganya karena saya sudah tau kalau dia
hanya ingin mempermainkan hatiku, sepertinya saya sedang di permainkan oleh
takdir Tuhan. Tapi sebagai manusia saya tidak boleh berfikiran Negatif kepada
sang Khalik. Maka jalan satu-satu yang harus saya lakukan adalha berusaha untuk
meelupakannya.
Walaupun sulit tapi hal
itu yang harus saya lakukan, agar semua
bisa tau kalau aku juga bisa lepas dari jeratan cintanya dan dari pada cinta
butaku ini. Mungkin hanya lewat tulisan ini yang menyatakan rasa cintaku dan
rinduku padanya tak bertepis. Tapi akankah dia tau hal itu? Kayaknya hal itu
mustahil adanya. Maka dari itu hari ini saya bertekad nama DIRINYA harus saya
buang jauh-jauh karena dia hanyalah harapan yang tidak akan bisa saya
genggam. Sejalan dengan rasioku dan
tingkahnya itu\ artinya jelas kalau dia hanyalah seorang pria yang tidak pantas
denganku. Ternyata memang benar yang mungkin semua orang katakana tentang aku
dan dia.
Selamat tinggal KAU
yang disana hari ini dan seterusnya saya harus belajar mengikhlaskanmu pergi,
karena cintaku sudah musnah kerena kau menyakiti perasaanku. Berakhirlah sudah
rasa cinta ini, karena q tak bisa menahan luka yang kau tancapkan didalam
hatiku. Makasih karena sudah menjadi bagian hidupku.